Enam Klaster Penularan Covid-19 di Cilacap, Klaster Pesantren Mendominasi

- 14 Oktober 2020, 15:15 WIB
Pelaksanaan tes swab massal kepada ASN di Cilacap beberapa saat lalu /Dinkes Cilacap

PORTAL PURWOKERTO - Angka kasus penambahan penularan Covid-19 di Kabupaten Cilacap semakin meningkat. Sampai Rabu 14 Oktober 2020, tembus dengan total sebanyak 535 kasus.

Dari jumlah tersebut, 253 orang masih dalam perawatan, 268 orang sembuh dan 14 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griana Dewi menyebut peningkatan kasus karena Covid-19 yang terjadi di Cilacap, karena munculnya klaster penularan baru. Seperti Klaster Pesantren, Klaster Gereja, Klaster Mergawati, Klaster Hajatan, Klaster Perumahan dan juga Klaster Perusahaan.

"Kasus penambahan karena munculnya klaster-klaster baru, dan setelah di tracing kontaknya," ujarnya, Rabu.

Dari klaster-klaster yang muncul, Klaster Pesantren menempati jumlah paling banyak. Sampai Rabu 14 Oktober 2020, Klaster Pesantren yang di Kecamatan Majenang sejumlah 157 kasus. Sampai Selasa 13 Oktober 2020, sudah ada sekitar 39 santri yang dinyatakan sembuh.

Selain itu jumlah klaster dengan jumlah besar lainnya, yakni Klaster Perusahaan yang sampai saat ini sudah ada 44 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Klaster lainnya yakni Klaster Gereja yang berada di Kecamatan Cilacap Tengah sebanyak 12 kasus, Klaster Mergawati Kecamatan Kroya ada 8 kasus, Klaster Hajatan di Kecamatan Cilacap Selatan sebanyak 7 kasus, Klaster perumahan 3 kasus.

Selain penambahan dari klaster-klaster tersebut penularan lainnya dari hasil swab mandiri dari masyarakat.

"Memang ada yang hasil swab mandiri, dan tidak terindikasi adanya transmisi lokal jadi belum disebut klaster,” ujarnya.

Penanganan dilakukan di masing-masing klaster, mencegah terjadinya penularan yang lebih besar lagi. Selain itu juga sudah dilakukan tracing contact kepada kontak erat. Serta penanganan lainnya seperti penyemprotan disinfektan.


Santri di Klaster Pesantren Sembuh 39 Orang

Kluster Pesantren muncul di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Majenang. Berawal adanya santri yang mengeluhkan demam, batuk dan kehilangan fungsi indra menciuman.

"Setelah diswab ternyata ada 26 orang santri yang positif Covid-19. Saat ini sebanyak sembilan orang sudah dirujuk ke RSUD Majenang, dan 17 masih diobservasi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griana Dewi pada Sabtu 3 Oktober 2020.

Selanjutnya dilakukan tes swab secara bertahap di pesantresn tersebut. Mencegah terjadinya penularan ke luar lingkungan pesantren aktivitas di pesantren dibatasi. Keluarga maupun orang tua tidak diperbolehkan menjenguk sementara waktu, dan tidak ada kegiatan belajar mengajar.

Satgas juga membangun dapur umum, untuk memasok makanan bagi para santri yang di isolasi di pesantren.


Klaster Hajatan
 
Munculnya Klaster Hajatan berada di Keluraham Sidakaya Kecamatan Cilacap. Klaster ini berawal dari ada acara Ngunduh Mantu. Usai acara tersebut, beberapa yang ikut memasak pada saat acara mengeluh batuk dan kehilangan fungsi indra penciuman.

"Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dengan tes swab. Hasilnya ada lima orang yang positif, dan setelah di tracing ada tambahan tiga yang positif," ujarnya.

Mencegah adanya penularan, akses ke lingkungan tersebut juga dibatasi.

Sampai Rabu 14 Oktober 2020 pukul 10.00 WIB kasus positif di Cilacap kembali naik, dengan total sebanyak 535 kasus. Dengan rincian 268 orang smebuh, 253 orang dalam perawatan, dan 14 orang meninggal dunia. Selain itu ada sebanyak sembilan orang suspek serta 1.047 orang kontak erat.

Editor: Yumi Karasuma


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X