Sinopsis Film 6 Days, Kisah Nyata 6 Hari yang Menegangkan Dalam Negoisasi dengan Teroris

- 28 November 2020, 20:26 WIB
Poster Film 6 Days /twitter.com/6DaysMovie

PORTALPURWOKERTO- 6 Days adalah film aksi thriller 2017 yang disutradarai oleh Toa Fraser. Film ini menceritakan enam hari pengepungan di Kedubes Iran karena serangan teroris.

Film yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentangĀ enam orang Arab Iran menyerbu Kedutaan Besar Iran yang terletak di 16 Gerbang Pangeran, Kensington di London dan menahan setidaknya 26 sandera.

Orang-orang penting telah dipanggil oleh insiden tersebut, termasuk anggota SAS yang dipimpin oleh Lance Kopral Rusty Firmin, reporter BBC Kate Adie, dan Kepala Inspektur Max Vernon dari Kepolisian Metropolitan. Pihak berwenang menerima panggilan dari pemimpin teroris, Salim, menuntut pembebasan 91 tahanan Arab di Iran, atau mereka akan membunuh sandera pada siang hari berikutnya.

Baca Juga: Pembunuh 4 Warga Sigi Diduga Mujahidin Indonesia Timur Poso, Gus Falah: Aparat Harus Usut Tuntas!

Pada Hari 2, Max bernegosiasi dengan Salim melalui telepon, mengatakan bahwa Max akan membantunya dengan cara apapun untuk menghindari kekerasan. Tim SAS bersiap menyerbu gedung sebelum tengah hari, tetapi Salim melepaskan satu sandera, karena sakit.

Setelah Max membawa makanan untuk para teroris, Salim dengan enggan setuju untuk memperpanjang tenggat waktu 48 jam, menuntut perjalanan yang aman ke Bandara Heathrow ditemani oleh duta besar dari Liga Arab.

Pada Hari 3 dan 4, Salim menelepon lagi, meminta untuk berbicara dengan duta besar. Tangan kanan Salim, Faisal, menyandera satu orang untuk dibunuh. Namun, otoritas Iran menolak menjadi bagian dari negosiasi. Salim menelepon Max, meminta untuk berbicara dengan BBC, dan Max dengan enggan setuju.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan, Dijuluki Menteri Segala Urusan, Apa Saja Menteri Yang Pernah Dijabatnya?

Setelah itu, Salim dengan enggan membebaskan sandera lagi. Sementara itu, tim SAS menyiapkan rencana untuk menyelamatkan para sandera saat mereka berada di dalam bus dalam perjalanan ke bandara, tetapi rencana ini diveto oleh Perdana Menteri, yang bersikeras bahwa pemerintah tidak akan menyerah kepada teroris mana pun. Dengan enggan, SAS kembali ke rencana semula untuk menyerbu gedung.

Halaman:

Editor: Dyah Sugesti Weningtyas


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X