Cuma di Purwokerto, Pedagang Pasar Wage Sambut Bulan Sura dengan Tlethekan, Muncul Tiap Bulan Agustus

- 14 Agustus 2023, 09:46 WIB
Cuma di Purwokerto, Pedagang Pasar Wage Sambut Bulan Sura dengan Tletekan, Muncul Tiap Bulan Agustus
Cuma di Purwokerto, Pedagang Pasar Wage Sambut Bulan Sura dengan Tletekan, Muncul Tiap Bulan Agustus /Gmaps Pasar Wage

PORTAL PURWOKERTO - Cuma di Purwokerto, pedagang Pasar Wage sambut bulan Sura dengan bunyikan tlethekan. Kebiasaan ini muncul pada bulan Agustus.

Tlethekan adalah kegiatan menabuh barang apapun hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. Inilah yang dilakukan para pedagang Pasar Wage Purwokerto selama bulan Sura.

Pasar Wage adalah pasar tradisional di kota Purwokerto yang beralamat di Jalan Vihara. Lokasinya ada di sebelah timur alun-alun Purwokerto.

Sebagai pasar terbesar, Pasar Wage berdiri di lahan yang luas, mengusung slogan Bersih Aman dan Nyaman, Pasarmu juga Pasarku. 

Baca Juga: 4 Kuliner Enak di GOR Satria Purwokerto, Harga Nyaman di Kantong, Mau Sarapan hingga Makan Malam ADA Semua!

Tradisi Tlethekan Pedagang Pasar Wage Purwokerto

Memasuki bulan Sura, tradisi tlethekan dibunyikan oleh para pedagang pasar. Tujuannya karena bulan Sura biasanya sepi pembeli dan cara ini dilakukan pedagang sembari menunggui barangnya.

Menurut penuturan Susanti seorang pedagang di Pasar Wage menyebutkan, mulai pukul 10.00 WIB biasanya pedagang di lorong tengah mulai membuyikan berbagai barang.

"Sasi Sura pasare sepi. Ben dina semenjak sasi Sura nek bar dhuhur (Bulan Sura pasarnya sepi. Setiap hari semenjak bulan Sura setelah dhuhur)," jelasnya menuturkan kepada tim Portal Purwokerto.

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Embung Banteran Sumbang, Wisata Ramah Anak Purwokerto: Kolam Renang, Sepeda Air, LENGKAP!

"Sing lorong tengah nek jam 10 an biasane wis mulai tlethekan (Yang lorong tengah kalau jam 10 biasanya sudah mulai tlethekan)," tambahnya lagi.

Kegiatan perekonomian di Pasar Wage dimulai sejak dini hari, mulai pukul 03.00 WIB pedagang sudah menggelar berbagai jenis dagangannya. Saat pagi, pembeli kebanyakan adalah penjual makanan.

Sementara saat siang, mayoritas adalah pengunjung umum dan ibu rumah tangga. Los-los pasar terisi pedagang sayuran, bumbu dapur, buah, ikan, ayam dan lain sebagainya. 

Ruko-ruko pedagang Pasar Wage semakin menabah ramai suasana. Tidak hanya dagangan basah tapi ada juga penjual emas, pakaian, barang pecah belah dan lain sebagainya.

Baca Juga: Brrr.. 3 Kolam Renang Atas Gunung di Purwokerto dengan Air Sedingin Es, Sensasi Berenang Bak di Puncak Alpen

Bagi yang ingin berburu kuliner di Pasar Wage, juga banyak pilihan. Aneka kuliner tradisional tersedia di sini. Saat malam hari, suasana berbeda melingkupi Pasar Wage.

Malam hari didominasi oleh pedagang angkringan, nasi goreng dan lamongan. Pasar Wage bagaikan pasar yang tidak pernah tidur.***

Editor: Galih Prabashinta P.P.


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah