FKUB Sulteng, Jangan Kaitkan Dengan Agama, Pembantaian 4 Warga Kabupaten Sigi

- 28 November 2020, 22:34 WIB
Brimob Polri melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi persembunyian terduga teroris di kawasan perbukitan di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah
Brimob Polri melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi persembunyian terduga teroris di kawasan perbukitan di Kelurahan Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah /antara

PORTAL PURWOKERO- Kasus kekerasan berupa pembunuhan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah sudah berkembang  menjadi isu SARA,  telah mengundang mengundang keprihatinan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah Prof Dr KH Zainal Abidin Mag.

Dia mengimbau semua pihak dan umat beragama, untuk menahan diri, dan tidak terprovokasi dengan informasi-informasi yang provokatif berbau SARA.

Pihaknya meminta meminta kepada semua pihak untuk menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib untuk ditangani, dan tidak main hakim sendiri.

Baca Juga: Gereja Sigi Dibakar, Forum Satu Bangsa Minta Hal Ini Dilakukan Aparat Penegak Hukum

"Aparat kepolisian sedang bekerja, mari kita dukung pihak kepolisian, untuk menuntaskan kasus tersebut, dan memberi hukuman yang setimpal kepada pelaku kekerasan," kata Zainal Abidin menanggapi kasus pembunuhan empat orang warga Kabupaten  Sigi.

Dia juga meminta agar masyarakat  tidak mengait-ngaitkan kasus tersebut  dengan dengan agama apapun.

"Kasus di Kabupaten Sigi, dilakukan oleh orang tak dikenal, tidak menyangkut atau berkaitan dengan agama apapun," tegasnya dikutip dari Antara Sabtu 28 November 2020.

Baca Juga: Mencekam, 4 Warga Sigi Sulawesi Tengah Dibantai, Warga Lain Sembunyi di Hutan

"Meski pelaku dan korban adalah umat beragama, tetapi tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk membunuh umat beragama yang lain, kalau terjadi, maka itu adalah oknum," tambahnya.

Zainal menegaskan agama apapun di muka bumi ini, termasuk di Indonesia dan di Sulawesi Tengah, tidak mengajarkan dan membenarkan perilaku membunuh sesama manusia.

Sebaliknya, agama mengajarkan kepada seluruh penganutnya untuk saling menyayangi, menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, walaupun agama berbeda.

Karena itu, Zainal Abidin menilai keliru bila peristiwa di Desa Lembantongoa dikaitkan dengan agama tertentu.

Baca Juga: Mencekam, 4 Warga Sigi Sulawesi Tengah Dibantai, Warga Lain Sembunyi di Hutan

"Meski pelaku dan korban adalah umat beragama, tetapi tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk membunuh umat beragama yang lain, kalau terjadi, maka itu adalah oknum," kata dia.

Karena itu, FKUB Sulteng, kata Zainal, turut berduka dengan musibah atas meninggalnya empat orang warga Desa Lembantongoa.

Satu keluarga di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, dibunuh oleh orang tak dikenal pada Jumat, 27 November  sekitar pukul 09.00 WITA pagi.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan, Dijuluki Menteri Segala Urusan, Apa Saja Menteri Yang Pernah Dijabatnya?

Menurut Sekretaris Desa Lembantongoa, Rifai, korban berjumlah empat orang ''Dari informasi saya dapatkan ada empat orang. itu mertua, anak, menantu,'' ungkapnya

Lokasi pembunuhan itu memang sangat sepi dan hanya ditempati beberapa kepala keluarga.

Dengan peristiwa tersebut warga meninggalkan desanya tempat tinggalnya dan pindah ke tempat lain yang lebih ramai meski masih di desa yang sama.***

Editor: Eviyanti

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah