Sistem Belajar Tatap Muka Jangan Serentak, Doni Monardo, Bertahap Mulai Tingkat Kelurahan

- 21 November 2020, 05:23 WIB
Kepala  Satgas Covid-19, Doni Monardo,
Kepala Satgas Covid-19, Doni Monardo, /BNPB

PORTAL PURWOKERTO -Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo mengusulkan  agar  sistem belajar tatap muka dalam masa pandemi COVID-19.   diharapkan tidak  dilaksanakan secara serentak. Bisa dilakukan secara bertahap di tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota hingga provinsi.

"Tentunya ini dengan memperhatikan laju penyebaran COVID-19 serta penerapan protokol kesehatan yang ketat," kata Doni  terkait Pengumuman Keputusan Bersama, panduan penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021, di masa pandemi COVID- pada  Jumat 20 November 2020.

Doni tetap meminta pemerintah daerah mempertimbangkan secara matang sebelum memberikan izin.

Baca Juga: BMKG: Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Masih Mengintai di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Doni mengingatkan bahwa kedepan tugas dan tanggung jawab daerah lebih tinggi lagi, dalam mengambil keputusan di daerah tentu  dengan mengambil kebijakan yang selaras di wilayah masing-masing. Dia menilai daerah lah yang memahami kondisi wilayahnya daerah masing-masing.

“Model pembelajaran  diterapkan di daerah tentunya tentunya ditentukan oleh peta zonasi yang dibuat oleh Satgas Penanganan COVID-19 yang sesuai dan selaras dengan berbagai sektor lainnya,” kata Doni saat diskusi daring dikutip Portal Purwokerto dari Antara, Sabtu 21 November 2020.

Baca Juga: Hati Hati Konsumsi Vidio Porno Di Tengah Pandemi, Pemicu Terjadinya Nikah Anak

Apalagi berdasarkan laporan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menemukan fakta, ada  daerah zona hijau dan kuning tapi belum sepenuhnya melaksanakan belajar tatap muka."Persentasenya juga cukup besar meskipun sudah diizinkan," katanya.

Di sisi lain ada pula sekolah yang tetap menyelenggarakan belajar tatap muka meskipun berada di zona merah dan oranye serta belum mendapatkan izin tapi persentasenya kecil.

Baca Juga: Menkes Terawan Dukung Pembukaan Sekolah Tatap Muka Tapi Dengan Syarat

Meski pihaknya sepenuhnya mendukung keputusan bersama SK tiga menteri. kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yang membuat ketentuan baru sistem belajar dalam masa pandemi COVID-19.

Diakui tidak mudah mendapat program yang ideal sekolah tatap muka  pada saat pandemi. Banyak hal yang harus dipertimbangankan, dalam mengaktifkan kembali sekolah tatap muka.

"Apalagi, hingga kini masih banyak daerah yang kesulitan dalam mengakses sinyal untuk pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah dilakukan selama beberapa bulan terakhir,”tambahnya.

Keputusan tersebut juga sudah  diperkuat dengan evaluasi implementasi dua surat keputusan bersama. Juga sudah  mewadahi masukan daerah hingga orangtua murid maupun siswa.***

Editor: Eviyanti

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah