Ayah dan Keluarga Oki,Terduga Pencuri Motor yang Meninggal di Tahanan Layangkan 3 Tuntutan Ke Polres Banyumas

- 15 Juni 2023, 15:21 WIB
Jakam Ayah dan Keluarga Oki Tersangka Pencuri Motor yang Meninggal Tuntut Polisi Banyumas untuk Buka Video CCTV Tahanan
Jakam Ayah dan Keluarga Oki Tersangka Pencuri Motor yang Meninggal Tuntut Polisi Banyumas untuk Buka Video CCTV Tahanan /

PORTAL PURWOKERTO - Ayah dan keluarga Oki Kristiawan (26), pelaku pencurian motor tuntut Polisi untuk membuka video CCTV penganiayaan di tahanan Polresta Banyumas, yang diduga menjadi penyebab  tersangka meninggal dengan penuh luka.

Ada tiga tuntutan yang diajukan ayah dan keluarga OK terhadap Polresta Banyumas, terkait dengan kecurigaan atas kematian pelaku  dugaan pencurian motor di Mapolresta Banyumas yang dikabarkan pada 2 Juni 2023.

“Saya sebagai ayah, tidak terima kalau polisi hanya memproses tahanan yang di sel saja. Polisi juga harus memproses hukum yang menangkap, menahan, dan menyiksa anak saya sebelum di sel Polresta,”katanya di rumahnya Desa Purwosari, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Kamis 15 Juni 2023.

Pernyataan Ayah dan keluarga, Oki Kristiawan, menyampaikan tiga tuntutan tersebut kepada pihak kepolisian. Tiga tuntutan tersebut adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Alasan OK Tersangka Curanmor Meninggal di Tahanan di Polresta Banyumas, Ternyata di Luar Dugaan, Ini Faktanya

1.Polisi harus melaksanakan gelar perkara utama sebelum Oki tiba di Sel Tahanan Polresta Banyumas. 
2.Meminta pemutaran rekaman CCTV di titik lain, mulai dari saat Oki tiba di Polresta Banyumas hingga menuju sel tahanan. Keluarga ingin mengetahui apakah Oki berjalan sendiri atau sudah tidak sadarkan diri.

3.Meminta surat kematian tertulis dari Rumah Sakit Margono melalui penyidik Polresta Banyumas. Keluarga  ingin mengetahui tanggal kematian Oki, apakah meninggal pada tanggal 2 Juni 2023 atau sudah meninggal pada tanggal 19 Mei 2023.

Kakak sepupu Oki, Purwoko (28) menambahkan bahwa banyak kejanggalan terhadap kematian saudaranya, bahwa dia memiliki video lengkap soal penangkapan yang sudah tayang di salah satu televisi swasta.

Alasan permintaan permintaan video CCTV kepada keluarga berdurasi 3 menit tersebut, menurut Purwoko, terkait dengan gelar perkara  6 Juni 2023. Dia berpendapat jika rekaman CCTV di ruang sel tidak sinkron dengan luka-luka yang ada.

Baca Juga: 5 Fakta Tahanan Polresta Banyumas Meninggal, Penyebab Luka di Jenazah Masih Menunggu Hasil Otopsi


“Waktu masuk ke area Polres Banyumas, apakah masuk koridor atau selasar yang menuju ke sel tahanan titipan Polres Banyumas? Apakah Oki berjalan sendiri, atau sudah membutuhkan bantuan petugas? Apakah kondisinya sudah tidak lagi mampu berjalan?” kata dia.

Purwoko menambahkan jika memiliki sejumlah bukti video penganiayaan Oki, “Kami memiliki semua videonya lengkap, bahkan sudah tayang di salah satu televisi swasta,”katanya.

Dalam tayangan tersebut terlihat dengan jelas sejumlah ancaman akan “dibolongi”ketika Oki diminta untuk memperlihatkan barang bukti sepeda motor yang telah dicurinya.

Video yang dimiliki berasal dari Jatanras Net TV tayang pada Rabu, 7 Juni 2023 pukul 23.20 WIB, atau malam waktu Oki mau di otopsi. “Saya berani ngomong karena videonya jelas jadi saya tidak menduga-duga, tetapi berdasarkan video,” terang Purwoko.

Dalam video saat penangkapan oleh anggota Polsek Baturraden masih mulus, tidak ada luka-luka.

Baca Juga: Fakta Baru Tahanan Polres Banyumas Meninggal: Polisi Tetapkan 10 Tersangka, Ada Penganiayaan Sesama Tahanan

“Jadi dalam video ada petugas yang menangkap, menahan, dan membawanya ke Polsek Baturraden. Kemudian ada tayangan interogasi.

Fakta kekerasan mulai terjadi  saat anggota  mengajaknya mencari barang bukti, “Wajah dan tubuhnya sudah berdarah-darah bonyok dan itu ada sensornya”.

Purwoko juga memperliharkan foto foto jenazah Oki yang luka luka di sekujur tubuh, oleh karenanya keluarga meminta agar Polresta Banyumas memperlihatkan saat Almarhum Oki turun dari mobil Polsek Baturraden?

Menurutnya foto pada jenazah Oki di punggung bahu serta bekas luka bolong di bahu tidak sinkron dengan keterangan polisi.

Bekas luka di punggung menurutnya bukan karena tangan kosong. Ini mencurigakan,“Di bahu kiri ada luka berlubang, kemudian sikut, paha kiri ada lima luka sayatan,”tambahnya.

Sementara katanya gelar perkaranya cuma sebatas ruang sel tahanan, jika dilakukan oleh tahanan mereka hanya dengan tangan kosong tidak meninggalkan luka sayatan.

Baca Juga: Viral Hari ini Tahanan Polresta Banyumas Kasus Curanmor di Baturaden, Meninggal di Tahanan, Keluarga Curiga

Sampai sejauh ini Purwoko tidak bisa menduga-duga siapa pelaku penganiayaan sebenarnya, selain 10 tahanan Polresta Banyumas yang sudah disangkakan polisi sebagai pelaku penganiayaan.***

 

 

Editor: Eviyanti


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah